Solusi Parenting – Layanan Psikososial kini dibuka untuk anak-anak yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Organisasi kemanusiaan Save The Children membuka fasilitas ini di Desa Babo Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu pemulihan psikologis anak. Layanan ini tidak hanya memberi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tetapi juga mendorong kreativitas melalui kegiatan seperti menggambar bermain dan bercerita. Anak-anak bisa berbagi perasaan mereka mengenai kecemasan ketakutan maupun hal yang mereka sukai agar emosi dapat tersalurkan dengan baik. Fasilitas ini disebut ruang sahabat anak dan menjadi wahana untuk membantu anak menstabilkan kondisi mental pasca bencana. Menurut Direktur Humanitarian Save The Children Indonesia Fadli Usman layanan ini juga diterapkan di wilayah terdampak lain untuk memperluas jangkauan pemulihan anak. Tujuan utama fasilitas ini adalah memberikan pertolongan pertama untuk menjaga kesejahteraan psikologis anak-anak korban bencana di Aceh dan sekitarnya.
Layanan Psikososial dengan Ruang Sahabat Anak

Layanan Psikososial ini menggunakan metode ruang sahabat anak untuk memulihkan kondisi psikologis anak. Melalui ruang ini anak-anak dapat menyalurkan kecemasan mereka dan mengekspresikan minat serta hobi secara positif. Kegiatan di ruang ini mencakup berbagai aktivitas kreatif untuk membantu anak merasa aman dan nyaman. Save The Children memastikan semua anak yang hadir mendapatkan pendampingan dari staf yang terlatih untuk menangani trauma ringan hingga sedang. Di wilayah Sumatera Utara layanan ini juga terbantu oleh Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara agar penanganan lebih terstruktur. Fadli Usman menyebut di Aceh layanan ini berlangsung secara mandiri oleh organisasi untuk menjangkau lebih banyak anak secara langsung. Ruang sahabat anak menjadi pusat kegiatan yang membantu anak memahami dan mengelola emosi mereka pasca bencana. Layanan ini berbeda dengan trauma healing konvensional karena fokus pada pertolongan pertama dan pengamatan awal kondisi psikologis anak sebelum menuju penanganan lanjutan jika perlu.
Proses Pendampingan dan Diagnosis Awal

Layanan dari Save The Children mencakup tahap diagnosis awal untuk mengetahui tingkat kecemasan dan trauma pada anak. Anak-anak yang menunjukkan gejala kecemasan berlebih akan dirujuk ke psikolog profesional agar mendapatkan terapi yang lebih intensif. Diagnosis dilakukan secara langsung melalui observasi aktivitas dan interaksi anak di ruang sahabat anak. Tim staf memastikan setiap anak mendapat perhatian yang sesuai dengan kebutuhan psikologisnya. Anak-anak diajak melakukan kegiatan sederhana yang juga berfungsi sebagai alat identifikasi awal masalah psikologis. Dengan metode ini staf dapat mendeteksi anak yang memerlukan intervensi lebih lanjut dan menyiapkan rencana penanganan individual. Langkah ini juga meminimalkan risiko stres berkepanjangan dan membantu anak menyesuaikan diri dengan kondisi pasca bencana. Save The Children mengutamakan keamanan dan kenyamanan anak agar proses pemulihan dapat berjalan maksimal. Pendekatan ini bisa mempercepat stabilisasi emosi anak dan mencegah dampak jangka panjang akibat trauma bencana.
Data Korban Bencana dan Dampak Psikologis

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ekologi di Aceh Sumatera Utara dan Sumatera Barat hingga Jumat 9 Januari mencapai 1182 jiwa. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari menyebut dalam dua hari terakhir terjadi penambahan korban jiwa dengan rincian satu jiwa dari Aceh Utara dan Tapanuli Tengah serta dua jiwa di Langkat. Selain itu korban hilang masih menjalani proses validasi dengan jumlah pengungsi sebanyak 238627 orang. Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak akan layanan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana. Trauma akibat kehilangan keluarga harta benda maupun lingkungan rumah dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak. Layanan psikososial hadir untuk memberikan pendampingan awal agar anak dapat menyesuaikan diri dan mengelola kecemasan dengan tepat. Kegiatan kreatif dalam ruang sahabat anak memungkinkan mereka menyalurkan emosi secara aman dan positif. Pendampingan ini menjadi bagian penting dari pemulihan anak pasca bencana agar mereka dapat kembali merasa aman dan terlindungi.
Kolaborasi dan Upaya Pemulihan Berkelanjutan

Save The Children juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan psikososial bagi anak korban bencana. Di wilayah Sumatera Utara kerja sama berlangsung dengan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara untuk mendukung proses pendampingan dan evaluasi. Di Aceh sendiri organisasi masih melaksanakan program secara mandiri namun terus berupaya menjangkau setiap anak yang terdampak bencana. Layanan psikososial ini menjadi bentuk pertolongan pertama sekaligus upaya pencegahan dampak jangka panjang trauma pada anak. Aktivitas kreatif dan ruang aman membantu anak mengekspresikan kecemasan mereka serta mendapatkan perhatian dari staf terlatih. Save The Children berkomitmen agar setiap anak mendapat layanan yang sesuai kebutuhan psikologisnya dan dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan stabil. Pemulihan berkelanjutan ini dapat meminimalkan risiko gangguan psikologis jangka panjang dan mendukung kesejahteraan mental anak di wilayah terdampak bencana.
